Sabtu, 06 Juli 2013

paper SMA ttg Siwak



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Penggunaan alat-alat kebersihan mulut telah dimulai semenjak berabad-abad lalu.Manusia terdahulu menggunakan alat-alat kebersihan yang bermacam-macam seiring dengan perkembangan social, Teknologi dan Budaya. Beranekaragam peralatan sederhana dipergunakan untuk memebersihkan mulut mereka dari sisa-sisa makanan, mulai dari tusuk gigi, Batang kayu, Ranting kayu, Kain, Bulu burung, tulang hewan hingga duri landak. Diantara peralatan tradisional yang mereka gunakan dalam membersihkan mulut dan Gigi adalah kayu siwak atau chewing stick. Kayu ini walaupun Tradisional, merupakan langkah pertama transisi/peralihan kepada sikat gigi modern dan merupakan alat pembersih mulut terbaik hingga saat ini.
Miswak (Chewing Stick ) telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Islam. Siwak  memiliki nama lain  di setiap komunitas seperti misalnya di Timur tengah disbut dengan Miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut Miswak dan di Pakistan dan di India disebut dengan datan atau Miswak. Penggunaan Chewing stick (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeda-beda pada setiap Negeri.
Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam kultur dan Budaya di Seluruh dunia, namun pengaruh penyebaran Agama Islam dan penerapannya untuk membersihkan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyataannya telah umum dipakai selama masa kenabian nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 Masehi. Nabi Muhammad SAW bersabda : “ seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya akan ku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan Sholat(dalam riwayat lain : setiap akan berwudlu’).” Nabi memandang kesehatan dan kebersihan Mulut adalah penting, sehingga beliau senantiasa menganjurkan pada istrinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga akhir hayatnya.
Siwak terus digunakan hampir di seluruh bagian Timur tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia Khususnya di daerah pedalaman. Sebagian besar mereka menggunakannya karena faktor Religi, budaya dan sosial. Ummat Islam di timur tengah dan sekitarnya menggunakan Siwak minimal lima kali sehari, disamping mereka juga menggunakan sikat gigi biasa.
Penelitian yang dilakukan oleh Erwin dan Lewis (1989) menyatakan bahwa pengguna Siwak memeiliki relativitas yang rendah dijangkiti kerusakan dan penyakit gigi  meskipun Mereka mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan karbohidrat. Selain itu, Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi, siwak memiliki kandungan kimiawi seperti : Anti bacterial acids, Minyak aroma alami, dan kandungan kimia lain yang bermanfaat.
Manfaat siwak juga banyak seperti penelitian yang dilakukan oleh Eka putri any sihotang untuk Skripsi Departemen Biologi oral Fakultas kedokteran Gigi Universitas Sumatra Utara Medan tahun 2007 yang menyatakan bahwa siwak banyak memiliki manfaat bagi gigi seperti mencegah Karies pada Gigi. Selain itu siwak juga bermanfaat untuk membersihkan mulut, membersihkan gusi, mencegah pendarahan, menguatkan penglihatan, mencegah gigi berlubang. Dari pemaparan tersebut di atas, penulis tertarik untuk menulis paper dengan judul : “Kandungan Kimia Dalam Siwak Dan Manfa’at Siwak.”
B.       Rumusan Masalah
1.         Apa pengertian dari Siwak ?
2.         Zat kimia apa saja yang terkandung dalam Siwak ?
3.         Apa  Pengaruh kandungan kimia siwak terhadap kesehatan mulut ?
4.         Apa Manfa’at menggunakan Siwak ?
5.         Bagaimana cara menggunakan Siwak ?

C.       Tujuan dan Manfa’at penulisan
Tujuan dan manfaat penulisan paper ini adalah memenuhi target dan keinginan yang di capai oleh penulis, yang pertama adalah sebagai persyaratan lulus dalam proses pembelajaran di MA. Manba’ul hikam tahun 2012-2013. Yang kedua, Tujuan dan manfa’at dari penulisan paper ini adalah :
1.      Untuk mengetahui apa itu siwak dan dari mana siwak diperoleh.
2.      Untuk mengetahui zat-zat kimia apa saja yang terkandung dalam siwak.
3.      Untuk mengetahui Pengaruh kandungan kimia siwak terhadap kesehatan mulut
4.      Untuk mengetahui manfa’at penggunaan siwak.
5.      Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan siwak yang benar seperti Rasulullah SAW.  

D.        Metode Penelitian
Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode berupa  kajian pustaka berdasar informasi-informasi dari internet tentang  zat-zat kimia yang terkandung dalam siwak dan manfaatnya.Penulis juga mencari informasi dari buku-buku penunjang dan library research.

E.           Sistematika Penulisan
Agar penulisan paper ini berjalan sesuai, penulis mengumpulkan sistematika penulisan menjadi  4 bab, yang akan diuraikan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
D.    Metode Penelitian
E.     Sistematika Pembahasan

BAB II : SIWAK
A.  Sejarah Penggunaan Siwak
B.   Morfologi dan Habitat Pohon Siwak


BAB III :KANDUNGAN KIMIA DALAM SIWAK
A.    Mineral Alami dalam Siwak
B.     Kandungan Anti Microbial
C.     Kandungan Anionic dalam Siwak

  BAB IV :PENGARUH KANDUNGAN KIMIA SIWAK
A.    Efek  Kandungan Kimia Siwak terhadap Kesehatan Mulut
B.     Manfaat menggunakan Siwak Sebagai Alat Pembersih Mulut
C.     Waktu untuk Bersiwak dan Cara Menggunakan Siwak seperti Rasulullah. SAW
BAB V : PENUTUP
A.      Kesimpulan
B.       Saran


































BAB II
SIWAK

A.      Morfologi dan habitat Pohon Siwak
Siwak atau miswak, merupakan bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora persica yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika. Siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon arak adalah pohon yang kecil seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, dengan diameter pohon sekitar 30 cm. Jika kulitnya dikelupas berwarna agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna cokelat dan bagian dalamnya berwarna putih. Aromanya seperti seledri dan rasanya agak pedas.
Berikut gambar pohon arak (Salvadora persica) yang berada di kawasan Timur Tengah(GB.1.1) dan gambar ranting yang sudah dipotong lalu di berus seperti bulu sikat gigi yang sudah siap pakai(GB.1.2)

   
(GB 1.1 pohon salvadora )                             (GB. 1.2 siwak yang siap digunakan)

Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak sendiri berasal dari bahasa arab ‘yudlik’ yang artinya adalah memijat (massage). Siwak lebih dari sekedar sikat gigi biasa, karena selain memiliki serat batang yang elastis dan tidak merusak gigi walaupun di bawah tekanan yang keras, siwak juga memiliki kandungan alami antimikrobial dan antidecay system. Batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara tepat dan dapat mengikis plak pada gigi.Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.
Penggunaan chewing stick (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeda-beda pada setiap negeri. Di Timur Tengah, sumber utama yang sering digunakan adalah pohon Arak (Salvadora persica), di Afrika Barat yang digunakan adalah pohon limun (Citrus aurantifolia) dan pohon jeruk (Citrus sinesis). Akar tanaman Senna (Cassiva vinea) digunakan oleh orang Amerika berkulit hitam, Laburnum Afrika (Cassia sieberianba) digunakan di Sierre Leone serta Neem (Azadirachta indica) digunakan secara meluas di benua India. pohon siwak dapat di klasifisikan sebagai berikut:
·         Divisio : Embryophyta
·         Sub Divisio : Spermatophyta
·         Class : Dicotyledons
·         Sub Class : Eudicotiledons
·         Ordo : Brassicales
·         Family : Salvadoraceae
·         Genus : Salvadora
·         Spesies : Salvadora persica
B.       Sejarah penggunaan Siwak
Siwak atau miswak sudah digunakan orang zaman dahulu untuk membersihkan mulut, Miswak (Chewing Stick ) telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Islam. Siwak  memiliki nama lain  di setiap komunitas seperti misalnya di Timur tengah disebut dengan Miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut Miswak dan di Pakistan dan di India disebut dengan datan atau Miswak. Penggunaan Chewing stick (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeda-beda pada setiap daerah.
Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam kultur dan Budaya di Seluruh dunia, namun pengaruh penyebaran Agama Islam dan penerapannya untuk membersihkan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyataannya telah umum dipakai selama masa kenabian nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 Masehi. Dalam hadits disebutkan Rasulullah SAW biasa menggosok giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur. Hudaifah RA meriwayatkan: “Kapan pun Rasulullah SAW bangun dari tidur, ia akan menggosok giginya dengan siwak.” (HR Bukhari dan Muslim). Selain setelah bangun tidur, dalam hadits lainnya Nabi Muhammad SAW juga biasa membersihkan giginya dengan siwak sesaat sebelum berwudhu. Aisyah RA meriwayatkan: “Kami biasa menyiapkan sebuah siwak dan air untuk wudhu bagi Rasulullah SAW kapan pun Allah menghendaki beliau bangun dari tidur malam, beliau akan mebersihkan giginya dengan siwak, mengambil wudhu, dan lalu mendirikan shalat.” (HR Muslim).
Bahkan dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW secara khusus menyarankan umatnya untuk menggunakan siwak. Anas RA meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda, “Aku menyaran agar kalian menggunakan siwak”. (HR Bukhari). Siwak merupakan alat pembersih gigi yang diwariskan Rasulullah SAW bagi umatnya. Bukan tanpa alasan Rasulullah SAW menyarankan umatnya untuk menggunakan siwak berbentuk batang yang diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (salvadora persica). Sebuah penelitian ilmiah pada tahun 2003 membuktikan keunggulan siwak dibandingkan pasta gigi biasa.

           




BAB III
KANDUNGAN KIMIA DALAM SIWAK

A.      Mineral Alami dalam Siwak
Batang kayu siwak mengandung banyak sekali zat kimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mulut maupun gigi manusia, yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, mengikis plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, meliputi :
  • Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.
  • Kandungan kimiawi seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.
  • Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, dimana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
Secara Kimiawi, kulit batang kayu siwak yang kering bila diekstrak dengan alkohol 80% dan kemudian diekstrak dengan ether, lalu diteliti secara terperinci kandungannya melalui ECP (Exhaustive Procedure Chemicle), maka akan ditemukan zat-zat kimia sebagai berikut : Trimetilamin, chloride, resin, sejumlah besar fluoride dan silica, sulfur dan vitamin C. Penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian ditemukan juga kandungan silika, sulfur dan vitamin C.
Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi.Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri. Siwak kaya dengan fluorida dan silika, fluorida mengerahkan proses antikariogenik dengan cara sebagai berikut :
  • Perubahan hydroxypatite menjadi fluorapatite yang lebih tahan terhadap acid dissolution.
  • Bercampurnya acidogenic organisme di dalam plak gigi sehingga mengurangi pH dari plak gigi.
  • Membantu memulihkan kembali gigi yang baru rusak.
  • Membentuk efek penghambat terhadap pertumbuhan bakteri pada plak gigi.
Adapun silika berfungsi membantu membersihkan gigi karena silika bekerja sebagai bahan penggosok yang dapat menghilangkan noda.
B.  Kandungan Anti mikrobial Siwak
El-Mostehy dkk (1998) melaporkan bahwa tanaman siwak mengandung zat-zat antibakterial.arout et al. (2000) Melaporkan bahwa antimikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimiawi yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Efek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium Klorida dan Pottasium Klorida seperti salvadourea dan salvadorine, saponin, tannin, vitamin C, silika dan resin, juga cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate. Hal ini dilaporkan bahwa komponen anionik alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen antimikrobial yang melawan beberapa bakteri.
Menurut penelitian Tubaishat dkk. Pada tahun 2005 komposisi siwak mempunyai efek sebagai berikut :

1.      flour
Berfungsi untuk memperkuat enamel gigi, mendukung remineralisasi jaringan sehingga mencegah terjadinya karies gigi. Ion flour juga membentuk penghambat terhadap pertumbuhan bakteri pada plak gigi.
2.      Silika
Membantu membersihkan gigi disebabkan aksi dari bahan abrasifnya dalam menyingkirkan stain dan memiliki efek memutihkan gigi serta memiliki efek analgesik yang dapat menghilangkan rasa sakit pada daerah saraf tepi.
3.      Alkaloid
Memiliki rasa yang pahit dan bersifat basa serta berefek bakteriosidal dan anti inflamasi dan dapat menyembuhkan sariawan dan memiliki sifat analgesik pada saraf tepi.
4.      Resin
Merupakam produk amarphous yang membentuk lapisan pelindung untuk mencegah karies gigi serta memberikan efek astringen pada mukosa mulut.
5.      Tannin
Memberikan efek astringent pada mukosa mulut yang dapat gingiva dari sakit karena dapat menibulkan presipitasi protein pada daerah permukaan sebab mempunyai daya penetrasi yang kecil, sehingga dapat menurunkan permeabilitas sel tanpa mengganggu keutuhan fungsi membran. Dapat melapisi enamel dan melindungi gigi terhadap karies. Tannin memiliki efek analgesik dan fungisid yang lemah karena dengan strukturnya yang terurai menjadi fenol – fenol yang dpat mengendapkan protein.
Trimetilamin
6.      Memiliki efek analgesik yang bekerja pada saraf tepi, dapat menghilangkan karang gigi dan stain,selain itu dapat juga sebagai anti bakteri,anti inflamasi dan gingiva stimulating
7.      Vitamin C
Dapat mengatasi atau menghentikan pendarahan pada gingiva, menjaga gingiva lebih rentan terhadap iritasi dan karang gigi
8.      Sulfur
Mempunyai kemampuan melindungi gigi dari bakteri kariogenik dan produk – produk bakteri , bersifat antiseptik dan fungisid
9.      Saponin
Mempunyai sifat seperti sabun yang dapat melarutkan kotoran, bersifat sebagai pelumas dan memiliki daya anti mikroba. Juga dapat diketahui memiliki efek analgesik pada daerah saraf tepi.
10.  Flavenoid
Dapat menguatkan atau membangun jaringan lunak pada gingiva dan dapat  mengurangi inflamasi
11.  Sterol
Dapat mengurangi penumpukan plak dan memiliki efek analgesik yang bekerja pada daerah saraf tepi

C. Kandungan Anionic Siwak
Komponen anionik antibakterial lainnya terdapat pada beberapa spesies tanaman adalah sulfat (SO42-), klorida (Cl-) dan tiosianat (SCN-).Tiosianat (SCN-) bertindak sebagai substrat untuk laktoperoksidase untuk membangkitkan hipotiosianit (OSCN-) dengan keberadaan hidrogen peroksida. OSCN- telah ditunjukkan bereaksi dengan kelompok sulfahidril di dalam enzim bakteri yang berubah menjadi penyebab kematian bakteri. Ekstrak kasar batang kayu siwak pada pasta gigi yang dijadikan cairan kumur, dikaji sifat-sifat antiplaknya dan efeknya terhadap komposisi bakteri yang menyusun plak dan menyebabkan penurunan bakteri gram negatif batang.
Sebuah penelitian tentang perbandingan pengaruh antara ekstrak siwak dengan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur dan zat anti plak pada dentin manusia dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Hasilnya dilaporkan bahwa 50% ekstrak siwak dan CHX 0,2% memiliki efek yang sama pada dentin manusia, namun ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan lapisan noda-noda (Smear layer) pada dentin.
Zat antimikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimiawi yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Efek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium Klorida dan Pottasium Klorida seperti salvadourea dan salvadorine, saponin, tannin, vitamin C, silika dan resin, juga cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate.
Hal ini dilaporkan bahwa komponen anionik alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen antimikrobial yang melawan beberapa bakteri.Nitrat (NO3-) dilaporkan mempengaruhi transportasi aktif porline pada Escherichia coli seperti juga pada aldosa dari E. coli dan Streptococcus faecalis. Nitrat juga mempengaruhi transport aktif oksidasi fosforilasi dan pengambilan oksigen oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapyhylococcus aureus sehingga terhambat.
Komponen anionik antibakterial lainnya terdapat pada beberapa spesies tanaman adalah sulfat (SO42-), klorida (Cl-) dan tiosianat (SCN-).Tiosianat (SCN-) bertindak sebagai substrat untuk laktoperoksidase untuk membangkitkan hipotiosianit (OSCN-) dengan keberadaan hidrogen peroksida. OSCN- telah ditunjukkan bereaksi dengan kelompok sulfahidril di dalam enzim bakteri yang berubah menjadi penyebab kematian bakteri.
Ekstrak kasar batang kayu siwak pada pasta gigi yang dijadikan cairan kumur, dikaji sifat-sifat anti plaknya dan efeknya terhadap komposisi bakteri yang menyusun plak dan menyebabkan penurunan bakteri gram negatif batang.
Sebuah penelitian tentang perbandingan pengaruh antara ekstrak siwak dengan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur dan zat anti plak pada dentin manusia dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Hasilnya dilaporkan bahwa 50% ekstrak siwak dan CHX 0,2% memiliki efek yang sama pada dentin manusia, namun ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan lapisan noda-noda (Smearlayer) pada dentin.




















BAB IV

KANDUNGAN KIMIA DALAM SIWAK

A.      Pengaruh Kandungan Kimia Siwak terhadap Kesehatan Mulut

Siwak sangat berpengaruh pada kesehatan mulut.Pengaruh tersebut tidak hanya dikarenakan penggunaan siwak secara langsung. Namun, larutan siwak yang digunakan berkumur juga mempengaruhi kesehatan mulut. Hal ini dapat dibuktikan dengan penelitihan oleh Nila Kusumasari ( program pendidikan sarjana kedokteran universitas diponegoro 2012) tentang pengaruh larutan kumur ekstrak siwak terhadap pH saliva. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Keasaman (pH) saliva merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi proses terjadinya demineralisasi pada permukaan gigi. Perubahan pH saliva dipengaruhi oleh susunan kuantitatif dan kualitatif elektrolit dan kapasitas buffer di dalam saliva. Dalam keadaan normal, pH saliva berkisar antara 6,8-7,2. Sisa Karbohidrat yang tertinggal di dalam rongga mulut akan difermentasikan oleh bakteri patogen rongga mulutseperti  Streptococcus mutans sehingga dihasilkan asam yang akan menurunkan pH saliva.
Hasil penelitian ini yang dilakukan terhadap 74 santri di pondok pesantren Hidayatullah yayasan Al-Burhan, Gedawang, Semarang, menunjukkan bahwa larutan ekstrak siwak pada kadar 25% dengan alkohol sebabagai pelarut, dapat meningkatkan pH saliva. Pernyataan tersebut ditunjukkan dengan pH saliva pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kemampuan ekstrak siwak dalam meningkatkan pH saliva ditunjukkan melalui komponen kimia yang dikandungnya, yaitu : minyak esensial yang dapat merangsang aliran saliva, oleh karena peningkatan laju aliran saliva berbanding lurus dengan peningkatan pH saliva. Selain itu, terdapat kandungan bikarbonat yang berfungsi sebagai komponen untuk mempertahankan sistem  buffer dalam rongga mulut. Hasil ini ditunjang penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nadir Babay dan Khalid Almas yang menyimpulkan bahwa larutan ekstrak siwak dengan pelarut alkohol lebih banyak menghilangkan smear layer pada permukaan dentin dibandingkan dengan ektrak siwak dengan pelarut  saline maupun aquades. Kemampuan larutan ekstrak siwak dalam mencegah penurunan pH rongga mulut terutama pH saliva pada hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Endarti, Fauzia, Zuliana pada tahun 2007 yang menunjukkan bahwa kandungan minyak esensial di dalam siwak dapat merangsang aliran saliva, sehingga penurunan pH plak dapat dihambat karena di dalam saliva ditemukan adanya buffer bikarbonat yang merupakan pertahanan efektif terhadap produksi asam dari bakteri kariogenik. Sofrata et al. melalui penelitiannya menemukan bahwa berkumur dengan larutan ekstrak siwak dapat meningkatkan pH plak dibandingkan dengan berkumur dengan aquades.
Kandungan minyak esensial pada siwak dapat meningkatkan sekresi serta menambah jumlah produksi dari saliva. Peningkatan kecepatan sekresi saliva akan meningkatkan kadar natrium dan bikarbonat. Bikarbonat mempertahankan sistem buffer dalam rongga mulut, sehingga dapat mempertahankan keasaman (pH). Tiosianat (SSCN-)  akandioksidasi hidrogen peroksida dari bakteri  Streptococcus mutans sehingga menghasilkan hipotiosianat (OSCN-) yang menghambat metabolisme bakteri dengan cara membloking transport gula sehingga akan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan bakteri. Tanin mengurangi perlekatan bakteri pada permukaan gigi dengan menghambat enzil glukosil transferase yang diproduksi oleh  S. mutans. Trimetilamin mengurangi terjadinya adesi pada permukaan gigi. Enzim lisozim pada saliva akan memecah dinding sel bakteri sehingga perkembangan bakteri tersebut dapat terhambat, hal ini akan menghambat produksi asam yang dihasilkan dari proses fermentasi karbohidrat dalam rongga mulut.



























B.       Manfa’at Siwak bagi kesehatan mulut


Setelah mengetahui kandungan senyawa kimia dalam siwak, maka manfa’at dari siwak pun sangat banyak sekali, dapat dikatakan bahwa siwak juga dapat digunakan untuk tujuan terapi. Setiap kali Miswak digunakan, baik gigi dan lidah dibersihkan. Ini juga telah digunakan untuk mengobati sakit gigi. Miswak telah menggunakan berbagai terapi, seperti manfaat terkenal dari sari tongkat.
diekstraksi pada mengunyah (ekstrak antibakteri) dan aspek fungsional mengunyah sebagai berolahraga rahangmenyusul cedera traumatis pada sendi rahang dan temporomandibular, serta Sialogogue - sebuah reflex.
induksi air liur berlebihan - yang bermanfaat bagi kesehatan gigi dan kesehatan umum. Miswak seringdigunakan untuk mencegah kebiasaan oral seperti merokok pada orang dewasa dan mengisap ibu jari pada anak-anak. Hal ini juga dapat digunakandalam pengembangan gigi selama eruption. Ini dapat meningkatkan nafsu makan dan mengatur peristaltic pergerakan gastro-intestinal.                  
Berikut  Terapi aplikasi tentang Miswak :

1)        Pasta gigi
Beberapa pasta gigi komersial dikenal dihasilkan dari tanaman Salvadora persica adalah: sarkan pasta gigi di Inggris, menyebutkan statusnya-Meswak gigi-paste, di Swiss, Epident pasta gigi di Mesir, Siwak-F pasta gigi, di Indonesia, Fluoroswak, Miswak, di  Pakistan. Dentacare Miswak Plus.

2)        Obat kumur

Mustafa  menemukan pengurangan pembentukan plak oleh Miswak berbasis obat kumur. Tapi tidak seperti persiapan saat ini ada di pasar.

3)        Endodontik irigasi solusi
Meskipun aktivitas antimikroba dari Miswak telah dilaporkan, toksisitasnya harus dipertimbangkan. Selain itu, laporan belum ada belum dilakukan pada pemanfaatan ekstrak sebagai suatu irrigant solusi dalam praktek endodontik. Abo Al Samh, dievaluasi, efek yang berbeda konsentrasi ekstrak Miswak pada sel line dalam kultur jaringan dan membandingkan hasilnya dengan natrium hipoklorit (NaOCI). Mereka menemukan perubahan konsentrasi morfologi tergantung dari sel-line bila terkena Miswak ekstrak dan NaOCI. Mereka menduga pemulihan sel setelah 4 jam paparan periode untuk konsentrasi ekstrak Miswak yang berbeda.

4)        Plak reduksi
Beberapa penelitian telah melaporkan pada efektivitas pembersihan tongkat mengunyah. Cross-sectional studi menunjukkan hasil yang bertentangan. Sebuah studi cross-sectional di antara orang dewasa Ghana mengungkapkan plak yang lebih tinggi dan perdarahan gingiva pada pengguna tongkat mengunyah dibandingkan dengan pengguna sikat gigi.
Dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak antara lain : membersihkan mulut, membersihkan gusi, mencegah pendarahan, menguatkan penglihatan
- mencegah gigi berlubang
- menyehatkan pencernaan
- menjernihkan suara
- membantu pencernaan makanan
- memperlancar saluran nafas (bicara)
- menggiatkan bacaan
- menahan tidur
- meridhokan Allah Ta’ala
- dikagumi malaikat
Perlu di ketahui juga mengenai Bersiwak yakni Satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud.











C.      Waktu untuk bersiwak dan Cara menggunakan Siwak seperti Rasulullah.SAW

Siwak juga memiliki waktu-waktu tertentu untuk menggunakannya seperti yang di sunnahkan oleh Rasulullah SAW. Waktu-waktu tersebut adalah :
1.    Setiap akan shalat dan wudhu
     Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seandainya aku tidak memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak tiap kali berwudhu.”
2.    Ketika masuk rumah
Syuraih bin Hani` pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Apa yg mulai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan apabila beliau masuk rumah?” Aisyah menjawab: ‘Beliau mulai dengan bersiwak’.”
3.     Saat bangun tidur di waktu malam
Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun di waktu malam beliau menggosok mulut dgn siwak.”
4.    Ketika hendak membaca Al-Qur`an
     Dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
     السِّوَاكُ مَطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِ
          “Siwak itu membersihkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb.”
5.    Saat bau mulut berubah
Perubahan bau mulut bisa terjadi krn beberapa hal. Di antaranya: karena tidak makan dan minum, karena memakan makanan yg memiliki aroma menusuk/tak sedap diam yg lama/tak membuka mulut utk berbicara banyak berbicara dan bisa juga karena lapar yg sangat demikian pula bangun dari tidur.
Sebelum menggunakan Siwak atau Miswak, perlu diketahui cara atau langkah-langkah yang baik untuk menggunakan Siwak atau Miswak karena Miswak tersedia dalam berbagai diameter dan panjang dan dapat dipotong menjadi lebih panjang sesuai dengan pengguna. Sebuah panjang 20 cm untuk orang dewasa dan 15 cm untuk anak-anak dianjurkan untuk kenyamanan pegangan dan kemudahan untuk menggunakannya.

Adapun cara sebelum menggunakan siwak/miswak itu sendiri adalah sebagai berikut;
1. Batang atau cabang siwak dipotong berukuran pensil dengan panjang 15-20 cm. Stick kayu siwak ini dapat dipersiapkan dari akar, tangkai, ranting, atau batang tanamannya. Stick dengan ukuran diameter 1 cm dapat digigit dengan mudah dan memberikan tekanan yang tidak merusak gusi apabila digunakan.
2. Kulit dari stick siwak ini dihilangkan atau dibuang hanya pada bagian ujung stick yang akan dipakai saja.
3. Siwak yang kering dapat merusak gusi, sebaiknya direndam dalam air segar selama 1 hari sebelum digunakan. Selain itu, air tersebut juga dapat digunakan untuk kumur-kumur.
4. Bagian ujung stick siwak yang sudah dihilangkan kulit luarnya digigit-gigit atau dikunyah-kunyah sampai berjumbai seperti berus.
5. Bagian siwak yang sudah seperti berus digosokkan pada gigi, dan bisa juga digunakan untuk membersihkan lidah.
Cara Rasulullah SAW ketika menggunakan Siwak adalah sebagai berikut :
  1. Berdoa sebelum bersiwak. Salah satu do’a yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah: “Allahumma thahhir bissiwaak Asnaaniy, wa qawwiy bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“, yang artinya “Wahai Allah sucikanlah gigi dan mulutku dg siwak, dan kuatkanlah Gusi gusiku, dan fashih kan lah lidahku”;
  2. Memegang siwak dengan tangan kanan atau tangan kiri (ada perbedaan pendapat tentang hal ini) dan meletakkan jari kelingking dan ibu jari dibawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan di atas siwak.
  3. Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah, lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas-tengah, lalu atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah.
  4. Langkah ke-3 di atas dilakukan 3x putaran;
  5. Selesai bersiwak, mengucapkan hamdalah, “Alhamdulillah“.


BAB V
PENUTUP

     Demikian laporan ini dan penulis mengucapkan banyak terima kasih pada pihak yang banyak membantu dalam penyusunan paper ini, sehingga penulis dapat menyelesaikannya. Karena keterbatasan penulis, maka kritik dan saran yang bersifat membangun sangat dibutuhkan  dari pembaca untuk kesempurnaan paper ini.

A.    KESIMPULAN

Dari data-data yang sudah terkumpul dapat disimpulkan, antara lain :
1.      Siwak adalah pembersih mulut yang biasa digunakan oleh orang timur yang diperoleh dari ujung akar atau batang dari pohon salvadora persica.
2.      Di dalam siwak, banyak terdapat zat yang sangat bermanfa’at seperti kandungan mineral alami, kandungan anionic, dan kandungan anti microbial.
3.      Pengaruh siwak terhadap kesehatan mulut dan gigi adalah dapat meningkatkan pH saliva di dalam mulut, dan menyehatkan.
4.      Manfa’at dari siwak sangat banyak sekali, di antaranya : membersihkan mulut, membersihkan gusi, membantu pencernaan, dan menajamkan penglihatan.
B.     Saran-saran
Setelah menguraikan sedikit tentang seluk beluk tentang kandungan kimia siwak dan manfa’at siwak mendapatkan kesimpulan, maka penulis menyarankan :
1.      Meskipun sudah ada alat pembersih mulut yang canggih dan praktis, gunakanlah juga siwak sebagai alat pembersih mulut karena manfa’atnya lebih banyak dari pada pasta gigi.
2.      Sebelum menggunakan siwak, cermatilah cara-cara menggunakannya yang baik dan benar agar tidak menimbulkan luka disekitar mulut, karena siwak yang tidak diberus atau dilunakkan, dapat memberi luka pada gusi ataupun mulut.
3.      Miswak dapat menjadi alternatif yang baik untuk sikat gigi karena murah, dan mudah tersedia. Miswak mengandung sifat obat banyak, dan tersedia di sebagian besar wilayah pedesaan orang miskin negara. Itu tidak membutuhkan keahlian atau sumber daya tambahan untuk memproduksi itu. Oleh karena itu direkomendasikan sebagai alat yang penting dan efektif untuk kesehatan mulut.
4.      Dokter gigi yang praktek di daerah di mana tongkat mengunyah biasanya digunakan harus menyadari bahwa pasien mungkin memerlukan petunjuk khusus tentang cara-cara yang tepat untuk menggunakan tongkat mengunyah.



















DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Mengenal kayu siwak. (online). (http://www.smallcrab.com/kesehatan/519-mengenal-kayu-siwak, dikses tanggal 30 Desember 2012 )
Fansrosul. 2010. Cara bersiwak rasulullah SAW. (online).(http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-bersiwak-rasulullah-saw/, diakses tanggal 3 maret 2013)

Kumala, Sari. 2012. Pengaruh larutan kumur ekstrak siwak. Diponegoro : Program pendidikan  sarjana kedokteran fakultas kedokteran universitas diponegoro.

Putri any sihotang, eka. 2007. Efektifitas antimicrobial ekstrak kayu siwak terhadap pertumbuhan strepkokus mutans pada karies gigi. Medan : departemen Biologi Oral Fakultas kedokteran gigi universitas Sumatera Utara.

Zaenab, dkk. 2004. Uji Antibakteri Siwak (Salvadora persica Linn.) terhadap Streptococcus mutans (ATC31987) dan Bacteroides melaninogenicus Jurusan Farmasi, FMIPA, Institut Sains dan Teknologi Nasional. Jakarta: Departmen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia,.